Wednesday, January 8, 2014

kaitan wahabi dengan kudeta Mesir


Syekh Jamal Faruq,Pensyarah Universiti Al-Azhar dan staf pengajar di masjid Al-Azhar, pernah bercerita bahwa deretan kedai kitab di belakang kampus dan masjid Al-Azhar yang hampir semuanya beraliran Wahabi, mulanya hanyalah tapak para pedagang miskin yang berjualan kitab dengan beralaskan akhbar/tikar di emperan jalan. Lalu para pengusaha, saudagar, dan pebisnis Arab Saudi datang dan menawarkan modal serta membiayai kedai-kedai kitab dan keperluan para pedagang itu dengan syarat menjual kitab-kitab yang beraliran Wahabi.

Para pedagang kitab Mesir itu pun tergiur dan didatangkanlah kitab-kitab cetakan Arab Saudi untuk tahap pertama guna memenuhi isi kedai. Dan lambat laun muncullah percetakan-percetakan kitab yang beraliran Wahabi. Dan hingga kini bisa kita lihat kedai-kedai kitab Wahabi berjejer dan bertengger mengelilingi kampus dan masjid Al-Azhar.

Hal seperti ini, tutur Syekh Jamal Faruq, bertujuan untuk melemahkan dakwah Al-Azhar lantaran dunia tahu bahwa Al-Azhar adalah benteng Ahlusunnah wal Jamaah yang mengaplikasikan Islam secara moderat, toleransi, tidak keras namun tegas dan berprinsip. Tapi usaha Wahabi ternyata sia-sia. Buktinya meski dikelilingi kedai-kedai kitab Wahabi, Al-Azhar masih bisa wujud membuktikan dakwah Islam yang berlandaskan akidah Asyairah dan Maturidi, berfikih 4 mazhab, dan bertasawuf dengan cara yang tak berlebihan.

0 comments:

Post a Comment